JALUR GAZA
Ini adalah kamar gas yang kaupinjam dari
Hitler
Nenek tua itu menangis menjerit padamu
"Jangan ambil cucu kami !"
Tapi kau sekukuh para serdadu Nazi
Tanpa ampun
menggiring mereka mandi
Dengan air asam dan sabun
timah panasmu
Ini negeri kami
katamu
Nenek moyang kami duabelas
imam dari Yakub putra Ishak
Nenek tua itu menangis menjerit padamu
"Tapi kami lahir di sini!"
Dan kau sekukuh para serdadu Nazi
Yang bersorak "Heil Hitler !"
di sepanjang jalan
Setelah rumahnya
kaurampas
Kautikam nenek itu
atas nama Yahweh
Ini para teroris Hamas yang meledakkan
diri
Terkutuklah mereka yang membunuhi istri
dan anak-anak kami katamu
Tapi Musa tidak
membunuh Firaun dengan pedangnya
Tapi Daud tidak
membunuh anak-anak yang sedang sekolah!
Tapi Sulaiman tidak
membunuh wanita-wanita cantik yang masih menyusui anaknya!
Bahkan Lewi, Ruben
dan saudara-saudaranya
Hanya menjual Yusuf
ke saudagar budak
Bahkan Ibrahim tidak
membunuh Namrud
yang coba merebut
Sarah!
Yakub pun tidak
menyuruh Yusuf membunuh Firaun!
Mengapa Taurat
kautukar dengan sumpah serapah
dan Zabur kautukar
dengan nafsu menguasai dunia?
Ambillah Jalur Gaza
Jika kaumengira bisa
membelinya dari Tuhan
Siapa yang meratap
di Tembok Ratapan?
Siapa yang meratap
di makam para imam?
Kepada siapa mereka
meratap?
Tuhan kita yang sama
Tuhan Yang Maha Esa
Kemana airmataku
akan mengalir
Kemana airmatamu
akan membasahi bumi
Senin, 09 April 2012
Rabu, 08 Februari 2012
sipijar berskala 1 drajat.
melihat dan membayangkan betapa besar isi semua yang aku lihat.
dunia seola tak bisa di hindarkan dari kesibukan langkah untuk hari esok.
sebelum fajar terbit, dan sebelum suara kebesaran di kumandangkan aku merasakan begitu nyata rasa kehidupan yang terasa nyata
angin beserta embusanya di iringgi dengan mncarnya rembulan dan awan yang memancar seraya malaikat membentangkan sayap kenikmatan terbebas dari dunia.
dan suara kebesaran itu pun datang di sambut terbitnya sang mega seolah hari tiu damai dengan di sibukkanya langka untuk dunia, dan aku mulai lupa dengan sayap malam petang karna tuntutan. sembari membawa kebiasaan untuk melanjutkan fenomena dunia yang tak ada habisnya dalam kegelisahan.
apa gerangan sebenarnya hal itu terjadi. mempunyai makna apa hal itu terjadi??
aku pun duudk sejenak untuk merasakan bau keringat yang memandikan tubuhku dengan rasa pegal"yang tak mengenakkan rasa.
BERSAMBUNG.......................................................?????????????????????
Selasa, 07 Februari 2012
si pijar melamun
berkicau, menari ber legot sangat elok.seraya burung pijar bersenandung di tengah hutan belantara.
sayapnya penuh dengan warna, dan matanya seraya permata, menatap penuh harapan yang menilainya.
sayapnya penuh dengan warna, dan matanya seraya permata, menatap penuh harapan yang menilainya.
sana dan sini telah di perhatikan artinya.
( Itulah harapan lamunan si pijar melangka untuk semua.)
Rabu, 18 Januari 2012
Senandung si pijar menatap harapan kosong.
Duduk seorang diri dalam lamunan.
berwajah harapan menanti sang kasi datang di pelukan.
menatap satu tujuan
"andai di datang pastilah aku peluk dengan kasi cinta" sambari melamun di pojok sudut pandang.
meneteskan air mata di pipi mengharap kasi telah datang.
beranjak berdiri sejenak dan berkata"inikah jalan kasiq yang inda?"
bertanya pada rasa pada waktu kosong.
duduk kembali dan telah meletakkan kepala pada kepalan tangan yang suci.
"sayup mata mengiringi harapan sang kasi telah datang"
terucap dengan bibir bergemetaran.
"wahai adinda kau datang dan tiada jejak kau siapkan untuk aku. aku yang mencintaimu.
tak kuat aku membawa beban cinta peningalanmu tak jelas di mana jejakmu"
sambari tergeletak di samping dengan sebotol minuman penghilang kegelisahan. belatih yang tajam dan harapan yang kosong"
sudahlah aku serahkan ini pada waktu, waktu yang mencoba pengharapanq.
"tersudailah rasa yang aku rasakan".
**Ali si burung pijar***
berwajah harapan menanti sang kasi datang di pelukan.
menatap satu tujuan
"andai di datang pastilah aku peluk dengan kasi cinta" sambari melamun di pojok sudut pandang.
meneteskan air mata di pipi mengharap kasi telah datang.
beranjak berdiri sejenak dan berkata"inikah jalan kasiq yang inda?"
bertanya pada rasa pada waktu kosong.
duduk kembali dan telah meletakkan kepala pada kepalan tangan yang suci.
"sayup mata mengiringi harapan sang kasi telah datang"
terucap dengan bibir bergemetaran.
"wahai adinda kau datang dan tiada jejak kau siapkan untuk aku. aku yang mencintaimu.
tak kuat aku membawa beban cinta peningalanmu tak jelas di mana jejakmu"
sambari tergeletak di samping dengan sebotol minuman penghilang kegelisahan. belatih yang tajam dan harapan yang kosong"
sudahlah aku serahkan ini pada waktu, waktu yang mencoba pengharapanq.
"tersudailah rasa yang aku rasakan".
**Ali si burung pijar***
Sabtu, 14 Januari 2012
si pijar beranjak
terdiam melihat saudara nongkrong di warung setiap hari.
aku berkata "sunguh nikmat dia merasakan waktu"
sang mentara ters berganti. malam petang pun datang.
te bujur kaku lidah melihat se orang pabak tua lewat dengan membawa sepeda dengan baju kotor habis dari tempat bekerjanya.
niat baik bapak untuk siapa??"aku bertanya"
terbayang sekilas tua ku untuk siapa dan bagaimana?aku berkata "sunguh nikmat dia merasakan waktu"
sang mentara ters berganti. malam petang pun datang.
te bujur kaku lidah melihat se orang pabak tua lewat dengan membawa sepeda dengan baju kotor habis dari tempat bekerjanya.
niat baik bapak untuk siapa??"aku bertanya"
**Ali Si Burung Pijar***
Langganan:
Postingan (Atom)