Rabu, 18 Januari 2012

Senandung si pijar menatap harapan kosong.

Duduk seorang diri dalam lamunan.
berwajah harapan menanti sang kasi datang di pelukan.

menatap satu tujuan
"andai di datang pastilah aku peluk dengan kasi cinta" sambari melamun di pojok sudut pandang.
meneteskan air mata di pipi mengharap kasi telah datang.

beranjak berdiri sejenak dan berkata"inikah jalan kasiq yang inda?"
bertanya pada rasa pada waktu kosong.

duduk kembali dan telah meletakkan kepala pada kepalan tangan yang suci.
"sayup mata mengiringi harapan sang kasi telah datang"

terucap dengan bibir bergemetaran.
"wahai adinda kau datang dan tiada jejak kau siapkan untuk aku. aku yang mencintaimu.
tak kuat aku membawa beban cinta peningalanmu tak jelas di mana jejakmu"

sambari tergeletak di samping dengan sebotol minuman penghilang kegelisahan. belatih yang tajam dan harapan yang kosong"

sudahlah aku serahkan ini pada waktu, waktu yang mencoba pengharapanq.
"tersudailah rasa yang aku rasakan".


**Ali si burung pijar***

Sabtu, 14 Januari 2012

si pijar beranjak

terdiam melihat saudara nongkrong di warung setiap hari.
aku berkata "sunguh nikmat dia merasakan waktu"
sang mentara ters berganti. malam petang pun datang.
te bujur kaku lidah melihat se orang pabak tua lewat dengan membawa sepeda dengan baju kotor habis dari tempat bekerjanya.
niat baik bapak untuk siapa??
"aku bertanya"
terbayang sekilas tua ku untuk siapa dan bagaimana?


**Ali Si Burung Pijar***